Loading...

Selasa, 30 April 2013

Peran Mahasiswa (pemuda) Terhadap Agama dan Negara


Peran Mahasiswa (Pemuda) Terhadap Agama dan Negara
Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa

Peran Mahasiswa (Pemuda) Terhadap Agama dan Negara
 Oleh : Hasbullah Ahmad  NIP 197912122009011015
(Dosen Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi)

A.    Pemuda Atau Mahasiswa Pelaku Sejarah
Sejarah menunjukan banyak deretan nama yang terukir sebagai pembaharu peradaban manusia mulai dari tingkat nasional sampai tingkat internasional. Peranan pemuda (Mahasiswa) telah terbukti dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia. Perubahan apa pun yang terjadi di masyarakat selalu diawali dan dipelopori oleh para pemuda (Mahasiswa). Risalah islam dan perintah perubahan hanya dapat dilakukan oleh pemuda. Di zaman Rasulullah penegak dan pejuang dakwah mayoritas  dibawa oleh para pemuda, begitu juga perubahan-perubahan yang terjadi diberbagai kelompok masyarakat juga dilakukan oleh para pemuda.
Revolusi besar di banyak Negara di motori oleh pemuda. Pelajar dan mahasiswa menjadi momok bagi penguasa zalim. Mereka adalah nyawa gerakan pemuda dan masyarakat. Unsur pemuda adalah pelajar, mahasiswa dan mereka yang berusia 15 – 45 tahun.
Sepanjang sejarah, pemuda senantiasa di gambarkan sebagai generasi yang memiliki kekokohan fisik yang luar biasa dan semangat patriotic yang berkobar-kobar. Peranannya yang selalu mendominasi setiap peristiwa sejarah menjadikan generasi ini memiliki tempat (kedudukan) yang sangat istimewa sepanjang zaman.
Mungkin ini jugalah rahasia kesuksesan Rasulullah dalam menata, membangun dan merentangkan dakwahnya sehingga menyebar ke seluruh penjuru dunia ini. Kader-kader mukmin yang di gemblengnya di rumah Arkom bin Arkom terdiri dari pemuda yang tangguh. Dari tangan-tangan merekalah terbit fajar-fajar Islam. Mereka rela berkorban dan menanggung siksaan. Hari-harinya mereka upayakan untuk  mewujudkan kemenangan gemilang. Menaklukkan dua imperium besar (Romawi dan Persia). Mereka juga berhasil melakukan ekspansi ke berbagai Negara, yaitu Sind di barat daya  India, Khazar di utara, Armenia dan Rusia, juga Syam (Suria), Mesir, Tripoli dan sebagian Afrika. Penaklukan ini berhasil dapat di rampungkan hanya dalam kurun waktu 35 tahun.
Mereka berlayar mengarungi samudra sehingga membuat batas geografis. Kerajaan mereka merambah luas hingga mencapai Turkistan, bahkan sampai ke timur pada batas teritorial Cina dan ke barat negeri Spanyol di Eropa. Mereka telah sanggup memperlihatkan kepada dunia akan luasnya kekuasaan Islam. Uqbah bin Nafi' yang bediri di pantai samudra Atlantik di ujung barat berdoa kepada Allah : "Demi rab Muhammad, kiranya bukan karena bentangan samudra ini yang menjadi penghalang niscaya akan aku taklukkan seluruh jagad raya ini demi meninggikan kalimat-Mu. Wahai Rabbku saksikanlah!. Sementara itu di ufuk timur Khutaibah Al-Bahily terus menerobos sampai akhirnya ia dapat mencapai perbatasan Cina".
Sungguh mereka telah menyimpan segudang kebanggaan dan kemuliaan ilmu, kebudayaan, tatanan nilai dan prinsip. Mereka membina mental spiritual ummat, melenyapkan simbol-simbol paganisme serta menyemaikan benih-benih tauhid, keadilan, ukhuwah dan persamaan. Cucuran darah Suhada’ adalah parfumnya. Tombak yang menancap di dada mereka adalah lambang kehormatan dan kemuliaan. Mereka mempertaruhkan nyawa demi membela agama.
Mereka generasi satu-satunya yang memiliki ciri khas dan karakter berbeda dengan umat lain. Allah berfirman :
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu (Umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. 3: 110)=
Generasi muda atau Mahasiswa adalah generasi idaman yang tidak asing bagi orang-orang yang bersahabat dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Rasullah SAW menanamakan generasi ini sebagai generasi “Al-Ghuraba” yaitu orang-orang asing yang menghidupkan sunnah Nabi. Orang yang berpegang teguh pada dien. Kelompok yang tegak di atas kebenaran dan golongan yang mendapatkan pertolongan Allah. Sayid Qutub RahimahuLLAH menamakan generasi ini sebagai generasi Qur’ani, karena kedekatan dan perilaku mereka yang hidup dengan Al-qur’an. Syekh Yusuf al-Qordowi menyebutnya generasi idaman, karena perannya dinanti-nantikan sepanjang zaman.
Pemuda pada zaman terdahulu telah menjadi pelaku sejarah untuk dikenang oleh kita semua. Dan sekarang adalah zamannya para mahasiswa dan pemuda sekarang untuk menjadi pembaharu kearah yang lebih baik lagi. Kejahiliyahan tatanan kehidupan sekarang adalah tanggung jawab para pemuda untuk merubahnya. Tingginya tingkat kriminalitas seperti perampokan, perjudian, pembunuhan, pemerkosaan, mabuk-mabukan, pornografi, pornoaksi, sampai kepada kezaliman pemerintah yang tidak mampu menegakkan keadilan adalah menjadi tanggung jawab pemuda sekarang untuk menjadi pelaku sejarah sebagai pembaharu kearah yang lebih baik. Ironisnya  tindakan kriminalitas itu justru diperankan oleh para pemuda dan bahkan Mahasiswa. Sebagai kaum intelektual yang bermoral, mahasiswa harus bangkit dan memainkan perannya yang sesungguhnya.
Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyokong perubahan dan pembaharuan. Aksi reformasi disemua bidang adalah agenda pemuda ke arah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dilakukan oleh orang tua dan anak-anak.

B.     Peran yang dapat dilakukan oleh pemuda (Mahasiswa) Islam
1.     Membangkitkan sifat kritis
Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi-Nabi lainnya pada masa muda sering mengkritisi dan memberikan solusi terhadap persoalan yang muncul di sekitarnya. Mereka mengkritisi hal-hal yang tidak benar dan tidak adil. Potensi ini merupakan cirri pertama dari kemampuan pemuda yang dapat melakukan perubahan.
Pemuda hendaknya selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah dicapai dan tidak tenang melihat ketidakadilan. Peran mereka sangat penting dalam membangun budaya dan iklim di kampus dan di masyarakat.
إِذْ قَالَ لأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاهَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada Bapak dan kaumnya : “ Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadannya ?“ (QS. Al-Anbiya : 52)

2.     Sebagai Generasi Pengganti
Generasi pengganti berarti menggantikan generasi sebelumnya  yang tidak beriman. Allah telah menyebutkan bahwa orang yang tidak beriamn akan digantikan oleh generasi yang beriman dan karakter-karakter genetasi pengganti tersebut hanya dimiliki oleh para pemuda.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآَئِمٍ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamnya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersip lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap yang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. . . . (QS. Al – Maidah : 54)
  
3.     Sebagai Generasi Penerus
Setiap pemimpin di dalam Negara atau masyarakat akan mengalami masa tua dan pasti akan mati. Oleh karena itu perlu ada generasi yang dapat meneruskan peran mereka. Para pemuda atau mahasiswalah sosok yang akan mampu meneruskan kepemimpinan mereka dan menjadi penerus dalam masyarakat. Yang terpenting adalah penerus perjuangan Rasulullah SAW.

4.     Sebagai Pembaharu Moral Umat
Pemuda merupakan pembaharu moral umat karena masalah moral merupakan suatu yang sangat berat. Pemuda dengan potensi yang dimiliki, semangat yang berkobar-kobar, fisik yang kuat, pemikiran yang cerdas akan dapat memperbaharui moral umat. Pembaharuan ini dapat dilakukan dengan cara melakukan dakwah, tarbiyah dan berkorban (jihad). Pemuda adalah pelopor kebangkitan yang nyata berkontribusi tak kenal lelah memanifestasikan diri dalam derap dan langkah perubahan umat dan bangsa ini, di tiap perubahan maka pemuda adalah pengibar gagasannya.
 
5.     Sebagai Unsur Perbaikan              
Peran utama lain yang dimiliki oleh para pemuda adalah sebagai unsur perubah. Pemuda diharapkan dapat melakukan perbaikan terhadap kejahiliyahan, kesesatan, kemusrikan dan lain-lain. Pemuda sangat mudah melakukan perubahan khususnya pada dirinya sendiri, karena mereka belum memiliki suatu yang permanen, budaya yang tetap, dan perilaku yang membudaya. Mereka tidak memiliki pemikiran yang kaku dan tetap, tetapi senantiasa berubah sesuai dengan dinamika kepemudaannya

6.     Sebagai galfanisator pergerakan
Perubahan membutuhkan pergerakan, mau berubah berarti harus bergerak. Untuk bergerak di butuhkan mesin-mesin yang siap melaju dan membangkitkan Negara ini dari keterpurukan dengan aksi-aksi nyata di lapangan merekalah yang menjadi galvanisator pergerakan, karena di tiap gagasan maka merekalah pelaku sejarahnya.

7.     sebagai arsitek peradaban
Mereka adalah manusia- manusia cerdas yang mampu membuat rancang bangun peradaban Indonesia dan dunia menuju Indonesia dan dunia yang dicita-citakan yakni Indonesia dan dunia yang adil makmur dan sejahtera. Mereka siap dengan konsep  terumit  dan langkah-langkah strategis dalam membina derak langkah perjuangan yang berkesinambungan dengan visi besar yang mereka gagas.

Sebagai aktor social Change perubahan sosial dan arsitek peradaban, pemuda bukan saja menyandang status sebagai pemimpin masa depan, tetapi juga sebagai tulang punggung bangsa dan mengisi pembangunan
Pada tahun 1982, para pemuda Indonesia dari berbagai macam latar belakang suku, agama dan bahasa membulatkan tekad demi menggalang persatuan bangsa guna berjuang melawan penindasan kaum kolonialis. Sejak saat itu pula, setiap tanggal 28 Oktober kita memperingati hari sumpah pemuda.
Manifesto yang telah tertanam sejak 80 tahun yang lalu ini telah berulang kali memberikan andil besar terhadap arah dan semangat pergerakan pemuda dalam menyelamatkan Indonesia dari jurang kehancuran. Oleh sebab itu, goresan sejarah Indonesia tidak akan pernah luput dari lembaran sejarah kepemudaannya.
Pemuda atau mahasiswa dengan kegagahan intelektualitasnya, ketegaran jasmani dan mentalitasnya yang pantang menyerah merupakan berkah bagi bangsa yang tengah di rundung duka ini. Peran pemuda terhadap bangsa yang sedang menuju kehancuran ini merupakan peran yang sangat vital yang tidak bisa di gantikan oleh siapapun entitas di Negara ini.

C.     Bekal dan Sifat Yang Harus Dimiliki Mahasiswa atau Pemuda Islam Hari Ini.
Apakah dengan beralihnya masa, bertukarnya generasi maka berubah pula peran dan tanggung jawab pemuda atau mahasiswa hari ini? Apakah dengan adanya perubahan ilmu pengetahuan dan hasil inovasi peradaban manusia dewasa ini yang melampaui batas peradaban sebelumnya? apakah pemuda atau mahasiswa islam hari ini di biarkan begitu saja bersenda gurau, terbahak-bahak menikmati kehidupan tanpa di minta pertanggung jawaban sedikitpun? Firman Allah SWT :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَيُفْتَنُونَ   وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.29 :2-3)
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَتُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS.23: 115)
Sekiranya kita meluangkan sedikit waktu saja, niscaya mereka tidak akan menutupi sebelah matanya atas realita marwah (harga diri) generasi ini yang terpuruk di persimpangan zaman yang mengekang. Tentunya mungkin merasa bisa menyelamatkan dan lari dari jalangnya sahwat hewani yang merajalela di setiap lorong-lorong kehidupan ini. Tentunya tidak akan pernah putra-putri kita menjadi pongah dan binal! Tentunya tidak …!
Sudah sangat jelas bahwa permasalahan bangsa dan ummat saat ini juga tanggung jawab para pemuda atau mahasiswa. Sekiranya pemuda atau mahasiswa hari ini mampu menjadikan Allah sebagai ghoyyahnya (tujuan hidupnya). Rasulullah sebagai Qudwahnya (teladannya), Al-Qur’an dusturnya (undang-undang yang mengatur hidupnya), jihad fi sabilillah (berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah) sebagai jalan hidupnya, dan  syahid (mati di dalam membela agama Allah) adalah cita-cita tertingginya. Niscaya kejayaan Islam dan kesalehan ummat akan segera terwujud.
Tentunya misi yang mulia ini tidak akan terealisasi dengan begitu saja, melainkan melalui kerja keras dan karya besar. Selain kerja keras dan sungguh-sungguh tentu para pemuda mesti memiliki bekal yang cukup yang akan dipergunakannya dalam berjuang. Setidaknya ada delapan  bekal utama yang harus di wujudkan oleh setiap pemuda dalam kehidupannya, diantaranya yaitu:

Pertama, Memiliki Iman Yang Mendalam (الإيمان الدقيق).
Iman yang menancap dalam-dalam kedasar hati yang tidak mudah  goyah, sehingga mampu menopang pohon agama ini seluruhnya. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak ragu-ragu dan mereka yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itukah oraang-orang yang benar” (Q.s. AL-Hujarat :15) Kekuatan inilah yang menyebabkan pemuda Islam mulia. Suatu ketinggian yang tidak merasa terhina di hadapan kekuatan apapun.

Kedua, Memahami Islam Secara Benar ( الفهم الإسلام الصادق).
Yang dimaksud dengan pemahaman, adalah keyakinan terhadap ide-ide keislaman yang mendalam. “Dan agar orang-orang yang berilmu meyakini bahwa al-qur’an itu benar dari rabbmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka”. (Qs. Al-hajj : 54)

Ketiga, Mengikhlaskan Diri( الإخلاص).
Keikhlasan ini tidak di buat-buat atau riya’. Allah SWT telah mengingatkan kepada hambanya  Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (Al-bayyinah :5)

Keempat, Beramal Secara Berkesinambungan (العمل المستمر).
Salah satu tanggung jawab yang harus di penuhi dalam misi ini adalah tidak mengenal rasa jenuh dan malas dalam beramal. “Dan katakanlah : bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan di kembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu di beritahukannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. At-Taubah :105)

Kelima, Berjihad di Jalan Allah (جهاد فى سبيل الله).
Berjuang dijalan Allah dengan sungguh-sungguh, dengan mengorbankan tenaganya, fikirannya, hartanya bahkan nyawanya, ini juga bagian dari tanggung jawab seorang pemuda. Dan Allah akan mengganti semua pengorbanan itu dengan balasan yang lebih baik. Allah berfirman : “sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakan yang lebih menepati janjinya dari pada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.(Qs. At-Taubah :111)

Keenam, Bijaksana dan Ilmu
Darah muda, darahnya para remaja, yang selalu merasa gagah dan tak mau mengalah. Darah muda, darah yang berapi-api, yang maunya menang sendiri walau kalah tak peduli. Biasanya para remaja berfikirnya sekali saja tanpa menghiraukan akibatnya. (Darah Muda: Roma Irama)
Para pemuda pada dasarnya belum banyak memiliki pengalaman karena usianya serta kegiatannya yang begitu banyak. Oleh karena itu, terkadang pemuda kurang bijaksana dan kurang mempunyai wawasan dalam bertbagai tindakan dan siskap. Sehingga diperlukan suatu pembekalan kepada para pemuda berupa keilmuan dan pengalaman sehingga mampu menjalankan perannya dengan baik. Walaupun demikian tidak sedikit juga para pemuda yang memiliki pengalaman dan ilmu sehingga mampu bersikap bijaksana dalam menjalankan kehidupannya. Ingin mewujudkan sebuah misi dan cita-cita yang besar mesti mempunya banyak ilmu dan pengetahuaan yang akan dipergunakan dengan bijak.

Ketujuh, Pembentukan Kepribadian Kepemimpinan
Pembentukan pribadi-pribadi para pemuda perlu dilakuakan tiada henti agar pembekalan ini mampu memberikan hasil yang optimal berupa terlaksananya peran pemuda yang optimal dengan terbentuknya pribadi-pribadi yang siap menjadi pemimpin dan siap juga untuk dipimpin. Untuk sebuah cita-cita yang besar pemuda harus bermimpi besar, jangan hanya jadi penonton tapi ahrus jadi pelakunya, lebih-lebih penggerak atau pemimpimnya. Oleh sebab itu bekal pribadi yang berjiwa pemimpin mutlak dililiki.
Pada dasarnya kesemua bekal di atas merupakan ciri khas orang-orang yang telah menepati janjinya kepada Allah. Juga merupakan kelebihan para pemuda muslim yang tidak pernah rendah diri menghadapi ejekan dan caci maki manusia sekitarnya. Oleh karena itu, bila kita mengikuti kembali dinamika perkembangan sejarah dalam setiap dimensinya, maka kita akan tahu bahwa yang menjadi tiang penyangga kebangkitan Islam, yang menjadi pengibar panji-panjinya dan menjadi panglima perangnya semua itu di dominasi oleh tunas-tunas muda muslim yang sarat dengan iman. Merekalah yang di katakana pemuda-pemuda beriman, dan untuk merekalah Allah memberikan tambahan taufik dan hidayah-Nya.
Para pemuda atau Mahasiswa hendaknya menyadari bahwa ia punya potensi yang begitu besar dan juga punya tanggungjawab yang besar kepada umat, agama dan bangsa. Kejayaan Islam dan kesalehan umat kedepan tergantung pemudanya hari ini. Maka dari beberapa sifat itu dapat disimpulkan kepada 5 komponen besar yaitu :
¢      Spiritual yang mendalam
¢      Idealis dan konsisten
¢      Ilmu yang luas dan pemikiran yang mapan
¢      Terlibat langsung dalam pemecahan masalah umat & bangsa.
¢      Menjadi perekat berbagai komponen demi kemajuan bangsa
Maka azamkan: “jika keringat, darah dan air mata ini mampu membuat peradaban ini menjadi lebih baik, maka kami pemuda atau Mahasiswa Islam siap melepaskan jiwa ini dengan senyuman yang paling menawan…”
إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (QS. Al-Kahfi: 13) … Wallahu 'alam…

                  
                  
                   Ust H Hasbullah Ahmad
                   081366174429 eMail : hasbullahdoseniain@gmail.com
                   Website : www.usthasbullahahmadma.blogspot.com
                   hasbullahdaengmasaleh.facebook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar